Kamis, 16 Mei 2013
Biaya Overhead Pabrik (BOP)
BOP adalah semua biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Contoh: biaya listrik & air, biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya sewa gedung pabrik, biaya depresiasi gedung pabrik, biaya reparasi dan pemeliharaan, biaya asuransi pabrik dan lain-lain. Karakteristik BOP yaitu jumlahnya tidak proporsional dengan volume produksi, sulit ditelusur dan diidentifikasi langsung ke produk atau pesanan, dan jumlahnya tidak material. Alokasi BOP ke produk menggunakan BOP sesungguhnya dan BOP dibebankan. BOP sesungguhnya adalah BOP yang benar-benar terjadi, sedangkan BOP dibebankan adalah BOP dengan menggunakan tarif yang ditentukan dimuka. BOP sesungguhnya sulit diterapkan disebabkan adanya kendala-kendala seperti jumlahnya baru dapat diketahui pada akhir tahun, adanya fluktuasi BOP karena jenis biaya tertentu yang hanya terjadi pada suatu periode, sulit menelusuri BOP ke pesanan atau produk tertentu.
Faktor-Faktor dalam Penentuan Tarif BOP
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan tarif BOP terdiri atas tingkat kapasitas produksi dan dasar pembebanan.
a. Tingkat Kapasitas Produksi
Kemampuan pabrik untuk berproduksi ada 4 tingkatan yaitu kapasitas teoritis, praktis, normal dan harapan. Kapasitas teoritis adalah kapasitas produksi maksimum (100%) tanpa mempertimbangkan kemacetan yang mungkin terjadi. Kapasitas praktis adalah kapasitas produksi dengan mempertimbangkan kemungkinan kemacetan. Kapasitas normal adalah kapasitas produksi praktis yang disesuaikan dengan permintaan barang jangka panjang, dan kapasitas harapan adalah kapasitas produksi praktis jangka pendek.
Setelah menentukan tingkat kapasitas produksi, berikutnya mengestimasi pengeluaran BOP baik yang bersifat variabel maupun yang tetap.
b. Dasar Pembebanan BOP
Dasar pembebanan meliputi:
1). Unit produksi
Tarif BOP dihitung dengan membagi estimasi atau anggaran BOP dengan estimasi jumlah unit yang diproduksi
2). Biaya bahan baku
Tarif BOP dihitung dengan membagi estimasi BOP dengan estimasi jumlah biaya bahan baku
3). Biaya tenaga kerja langsung
Tarif BOP dihitung dengan membagi estimasi BOP dengan estimasi jumlah biaya tenaga kerja langsung
4). Jam kerja langsung
Tarif BOP dihitung dengan membagi estimasi BOP dengan estimasi jumlah jam kerja langsung
5). Jam mesin
Tarif BOP dihitung dengan membagi estimasi BOP dengan estimasi jumlah jam mesin
Perhitungan Tarif BOP
a. Menentukan level aktivitas produksi
b. Menghitung anggaran BOP pada level aktivitas produksi yang telah ditentukan
c. Menghitung tarif dengan membagi anggaran BOP dengan dasar pembebanannya
d. Contoh:
Tingkat aktivitas produksi PT Z 10.000 jam mesin. Jumlah anggaran BOP sebesar Rp150.000 terdiri atas BOP tetap sebesar Rp62.500 dan BOP variabel sebesar Rp87.500. Tarif BOP sebesar Rp15 per jam mesin (Rp150.000/10.000 jam mesin)
Akuntansi Selisih BOP
Pada akhir periode BOP dibebankan dibandingkan dengan BOP sesungguhnya, dan menganalisis selisihnya.
Contoh: jam mesin sesungguhnya sebesar 15.000 jam dan tarif BOP Rp15 per jam mesin. Pencatatan pembebanan BOP dengan membuat jurnal:
Barang Dalam Proses Rp225.000
BOP dibebankan Rp225.000
Pada akhir tahun BOP dibebankan ditutup ke BOP sesungguhnya, jurnal yang dibuat:
BOP dibebankan Rp225.000
BOP sesungguhnya Rp225.000
Misalkan BOP sesungguhnya Rp235.000, maka timbul selisih kurang pembebanan BOP. Selisih BOP yang tidak material dicatat dalam rekening Laba-Rugi atau Harga Pokok Penjualan dengan jurnal sebagai berikut:
Laba-Rugi Rp10.000
BOP sesungguhnya Rp10.000
atau
Harga Pokok Penjualan Rp10.000
BOP sesungguhnya Rp10.000
Selain itu, selisih pembebanan BOP dapat dialokasikan ke Barang Dalam Proses, Sediaan Produk Jadi, dan Harga Pokok Penjualan berdasarkan perbandingan saldo setiap rekening tersebut.
Contoh: selisih pembebanan dialokasikan ke Barang Dalam Proses 10%, Sediaan Produk Jadi 20%, Harga Pokok Penjualan 70% sesuai dengan perbandingan saldo setiap rekening tersebut. Jurnal untuk mencatat alokasi selisih pembebanan BOP tersebut:
Barang Dalam Proses Rp1.000
Sediaan Produk Jadi 2.000
Harga Pokok Penjualan 7.000
BOP sesungguhnya Rp10.000
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

3 komentar:
Sangt membantu.. thnkz
Mohon bantuannya untuk review artikel kami Menghitung tarif mesin per jam , apakah bisa diterapkan sesuai keadaan saat ini?
Posting Komentar