skip to main | skip to sidebar

Tugas Akuntansi

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • About Us
  • Archives
  • Contact Us

Kamis, 16 Mei 2013

BAB 6 BIAYA OVERHEAD PABRIK

Diposting oleh Unknown di 20.04

                                                                         


Biaya Overhead Pabrik (BOP)
BOP adalah semua biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.  Contoh: biaya listrik & air, biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya sewa gedung pabrik, biaya depresiasi gedung pabrik, biaya reparasi dan pemeliharaan, biaya asuransi pabrik dan lain-lain. Karakteristik BOP yaitu jumlahnya tidak proporsional dengan volume produksi, sulit ditelusur dan diidentifikasi langsung ke produk atau pesanan, dan jumlahnya tidak material.  Alokasi BOP ke produk menggunakan BOP sesungguhnya dan BOP dibebankan. BOP sesungguhnya adalah BOP yang benar-benar terjadi, sedangkan BOP dibebankan adalah BOP dengan menggunakan tarif yang ditentukan dimuka. BOP sesungguhnya sulit diterapkan disebabkan adanya kendala-kendala  seperti jumlahnya baru dapat diketahui pada akhir tahun, adanya fluktuasi BOP karena jenis biaya tertentu yang hanya terjadi pada suatu periode, sulit menelusuri BOP ke pesanan atau produk tertentu.

Faktor-Faktor dalam Penentuan Tarif BOP
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan tarif BOP terdiri atas tingkat kapasitas produksi dan dasar pembebanan.
a.   Tingkat Kapasitas Produksi
Kemampuan pabrik untuk berproduksi ada 4 tingkatan yaitu kapasitas teoritis, praktis, normal dan harapan. Kapasitas teoritis adalah kapasitas produksi maksimum (100%) tanpa mempertimbangkan kemacetan yang mungkin terjadi. Kapasitas praktis adalah kapasitas produksi dengan mempertimbangkan kemungkinan kemacetan. Kapasitas normal adalah kapasitas produksi praktis yang disesuaikan dengan permintaan barang jangka panjang, dan kapasitas harapan adalah kapasitas produksi praktis jangka pendek.
Setelah menentukan tingkat kapasitas produksi, berikutnya mengestimasi pengeluaran BOP baik yang bersifat variabel maupun yang tetap.


b. Dasar Pembebanan BOP
Dasar pembebanan meliputi:
1).    Unit produksi
Tarif BOP dihitung dengan membagi estimasi atau anggaran BOP dengan estimasi jumlah unit yang diproduksi
2).    Biaya bahan baku
Tarif BOP dihitung dengan membagi estimasi BOP dengan estimasi jumlah biaya bahan baku
3).    Biaya tenaga kerja langsung
Tarif BOP dihitung dengan membagi estimasi BOP dengan estimasi jumlah biaya tenaga kerja langsung
4).    Jam kerja langsung
Tarif BOP dihitung dengan membagi estimasi BOP dengan estimasi jumlah jam kerja langsung
5).    Jam mesin
Tarif BOP dihitung dengan membagi estimasi BOP dengan estimasi jumlah jam mesin


Perhitungan Tarif BOP
a.  Menentukan level aktivitas produksi
b.  Menghitung anggaran BOP pada level aktivitas produksi yang telah ditentukan
c.  Menghitung tarif dengan membagi anggaran BOP dengan dasar pembebanannya
d.  Contoh:
    Tingkat aktivitas produksi PT Z 10.000 jam mesin. Jumlah anggaran BOP sebesar Rp150.000 terdiri atas BOP tetap sebesar Rp62.500 dan BOP  variabel sebesar Rp87.500. Tarif BOP sebesar Rp15 per jam mesin (Rp150.000/10.000 jam mesin)


Akuntansi Selisih BOP
Pada akhir periode BOP dibebankan dibandingkan dengan BOP sesungguhnya, dan menganalisis selisihnya.
Contoh: jam mesin sesungguhnya sebesar 15.000 jam dan tarif BOP Rp15 per jam mesin. Pencatatan pembebanan BOP dengan membuat jurnal:

Barang Dalam Proses             Rp225.000
BOP dibebankan                                       Rp225.000

Pada akhir tahun BOP dibebankan ditutup ke BOP sesungguhnya, jurnal yang dibuat:

BOP dibebankan                      Rp225.000
      BOP sesungguhnya                                    Rp225.000

Misalkan BOP sesungguhnya Rp235.000, maka timbul selisih kurang pembebanan BOP. Selisih BOP yang tidak material dicatat dalam rekening Laba-Rugi atau Harga Pokok Penjualan dengan jurnal sebagai berikut:

Laba-Rugi                                Rp10.000
       BOP sesungguhnya                                   Rp10.000
            atau
Harga Pokok Penjualan           Rp10.000
       BOP sesungguhnya                                   Rp10.000

Selain itu, selisih pembebanan BOP dapat dialokasikan ke Barang Dalam Proses, Sediaan Produk Jadi, dan Harga Pokok Penjualan berdasarkan perbandingan saldo setiap rekening tersebut.
Contoh: selisih pembebanan dialokasikan ke Barang Dalam Proses 10%, Sediaan Produk Jadi 20%, Harga Pokok Penjualan 70% sesuai dengan perbandingan saldo setiap rekening tersebut. Jurnal untuk mencatat alokasi selisih pembebanan BOP tersebut:

Barang Dalam Proses              Rp1.000
Sediaan Produk Jadi                    2.000
Harga Pokok Penjualan               7.000
       BOP sesungguhnya                                   Rp10.000
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

3 komentar:

Unknown mengatakan...

Sangt membantu.. thnkz

28 Oktober 2019 pukul 16.03
masigit mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
13 Desember 2019 pukul 18.34
masigit mengatakan...

Mohon bantuannya untuk review artikel kami Menghitung tarif mesin per jam , apakah bisa diterapkan sesuai keadaan saat ini?

22 Desember 2019 pukul 23.13

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners
Tweet
Share

Get This

Blog Archive

  • ▼  2013 (9)
    • ▼  Mei (9)
      • BAB 1 AKUNTANSI BIAYA DAN AKTIFITAS PERUSAHAAN
      • BAB 9 ...
      • BAB 8 PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN
      • BAB 7 ...
      • BAB 6 ...
      • BAB 5 ...
      • BAB 4 METOD...
      • BAB 3 METODE HARGA POKOK PESANAN
      • BAB 2 KONSEP ,KLASIFIKASI & ARUS BIAYA PADA...

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.
  • Beranda

Popular Posts

  • BAB 1 AKUNTANSI BIAYA DAN AKTIFITAS PERUSAHAAN
    A. Kebutuhan Informasi Manajer Jenis perusahaan dapat digolongkan ke dalam : perusahaan dagang, manufaktur,dan perusahaan jasa.perusaha...
  • BAB 9 HARGA POKOK STANDAR
    pengertian harga pokok standar yaitu harga pokok yang seharusnya dicapai untuk menghasilkan stau unit produk. harga pokok standar ter...
  • BAB 7 ACTIVITY BASED COSTING
    A.      Pengetian ABC Activity Based Costing merupakan metode yang menerapkan konsep-konsep akuntansi aktivitas untuk menghasilkan pe...
  • BAB 6 BIAYA OVERHEAD PABRIK
                                                                              Biaya Overhead Pabrik (BOP) BOP adalah semua biaya produksi s...
  • BAB 4 METODE HARGA POKOK PROSES
          Pengertian HPP merupakan cara menentukan besarnya biaya produksi yang terjadi disetiap periode yang akan dialokasikan  ke produk b...
  • BAB 5 METODE HARGA POKOK PROSES II
    Perusahaan tidak memiliki persediaan Barang Dalam Proses, karena perusahaan biasanya bersifat terus menerus dalam proses produksinya. Pad...
  • BAB 3 METODE HARGA POKOK PESANAN
    Ada 2 jenis utama dalam membebankan biaya ke produk yaitu : a. Metode Penentuan Harga Pokok Pesanan (job order costing) adalah unit prod...
  • BAB 2 KONSEP ,KLASIFIKASI & ARUS BIAYA PADA PERUSAHAAN PABLIKASI
                                                                  A.Konsep Biaya      Biaya adalah harga perolehan yang dikorbankan atau di...
  • BAB 8 PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN
    •       Produk Gabungan (Joint Product) Produk utama yang di produksi suatu perusahaan  secara bersamaan yang menghasilkan berbagai...

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

Blogger news

Archives

  • ▼ 2013 (9)
    • ▼ Mei (9)
      • BAB 1 AKUNTANSI BIAYA DAN AKTIFITAS PERUSAHAAN
      • BAB 9 ...
      • BAB 8 PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN
      • BAB 7 ...
      • BAB 6 ...
      • BAB 5 ...
      • BAB 4 METOD...
      • BAB 3 METODE HARGA POKOK PESANAN
      • BAB 2 KONSEP ,KLASIFIKASI & ARUS BIAYA PADA...

Blogroll

About

Blogger templates

Recent Comments

seowaps
 

© 2010 My Web Blog
designed by DT Website Templates | Bloggerized by Agus Ramadhani | Zoomtemplate.com