pengertian harga pokok standar yaitu harga pokok
yang seharusnya dicapai untuk menghasilkan stau unit produk.
harga pokok standar terdiri
dari dua komponen :
standar
fisik (kuantitas standar input per unit produk)
standar harga (harga atau tarif
standar per unit input)
harga pokok standar terdiri
dari :
biaya standar bahan baku langsung
biaya standar tenaga kerja
langsung
biaya standar overhead pabrik
Pertanyaan 1Jika untuk menghasilkan 1 unit produk, standar kuantitas bahan baku yang dibutuhkan 5 kg, dan standar jam kerja adalah 2 jam kerja langsung, tentukan :
1. Kuantitas standar bahan baku dan jam kerja standar untuk 5.000 unit produk.
2. Misalkan perusahaan menghasilakan produk sebanyak 20.000 unit, dan memiliki persediaan bdp awal sebanyak 5.000 unit dengan tingkat penyelesaian 40% dan persediaan bdp akhir sebanyak 2.000 unit dengan tingkat penyelesaian 50%, tentukan kuantitas standar bahan baku dan jam kerja standarnya :
Dengan metode harga pokok rata-rata
Dengan metode mpkp
Jawab :
1. Biaya
standar bahan baku
= 5.000 unit x 5 kg= 25.000 kg
Biaya
standar jam kerja = 5.000 unit x 2 jam=
10.000 jkl2. Unit setara metode rata-rata = 20.000 unit + (2.000 unit x 50 %)
= 20.000 unit + 1.000 unit
= 21.000 unit
3 Biaya standar bahan baku
= 21.000 unit x 5 kg= 105.000 kg
Biaya standar jam kerja = 21.000 unit x 2 jam
= 42.000 jkl
Unit setara metode mpkp = (5.000 unit x 60%) + (20.000 unit - 5.000 unit) + (2.000 unit x 50%)
= 3.000 unit + 15.000 unit + 1.000 unit
= 19.000 unit
Biaya standar bahan baku = 19.000 unit x 5 kg
= 95.000 kg
Biaya standar jam kerja = 19.000 unit x 2 jam
= 38.000 jkl
Pertanyaan 2:
1. Harga pokok standar per liter Coca Cola pada PT. Coca-cola adalah sebagai berikut :
- BBB 4 kg @ Rp 200 = Rp 800
- BTK 0,2 JKL @ Rp 10.000 = Rp 2.000
- BOP Variabel 0,2 JKL @ Rp1.500 = Rp 300
- BOP Tetap 0,2 JKL @ Rp 1.000 = Rp 200
Total = Rp 3.300
2. Kapasitas normal 10.000 liter Coca cola 2.000 JKL.
3. Produk selesai 9.500 liter dan perusahaan memiliki persediaan barang dalam proses awal 2.000 liter dengan tingkat penyelesaian BBB 100% dan BTK 60% dan persediaan barang dalam proses akhir 1.000 liter dengan tingkat penyelesaian BBB 100% dan BTK 50%. Produk yang telah dijual sebanyak 6.000 liter dengan harga Rp 5.000 per liter.
4. Pembelian bahan baku secara kredit sebanyak 45.000 kg dengan total harganya Rp 11.250.000. Pemakaian bahan baku sebanyak 35.000 kg.
5. Biaya tenaga kerja sesungguhnya sebesar Rp 22.500.000 untuk 1.500 JKL.
6. Biaya overhead sesungguhnya Rp 4.000.000 (40% nya variabel).
Diminta :
a. Hitung selisih dan buat analisis selisih untuk biaya bahan baku
i. Model satu selisih
ii. Model dua selisih
iii.Model tiga selisih
b.Selisih untuk biaya tenaga kerja
i. Model satu selisih
ii.Model dua selisih
c. Selisih untuk BOP
i. Model satu selisih
ii. Model dua selisih
iii.Model tiga selisih
Jawab :a. Bahan baku
i. Model satu selisih
SBB = (Hss x Kss) – (Hst x Kst)
= (Rp 250 x 45.000 kg) – (Rp 200 x (4 kg x 9.500 liter))
= Rp 11.500.000 (R)
ii. Model dua selisih
Selisih harga bahan baku yang dibeli
SHBd = (Hss – Hst) x Ksp
= (Rp 250 – Rp 200) x 45.00 kg
= Rp 2.250.000 (R)
Selisih harga bahan baku yang dipakai
SHBp = (Hss – Hst) x Kss
= (Rp 250 – Rp 200) x 35.000 kg
= Rp 1.750.000 (R)
iii. Model tiga selisih
Selisih harga bahan baku yang dipakai
SH = (Hss – Hst) x Kst
= (Rp 250 – Rp 200) x 38.000 kg
= Rp 1.900.000 (R)
Selisih kuantitas bahan baku
SK = (Kss – Kst) x Hst
= (35.000 kg – 38.000 kg) x Rp 200
= Rp 6.000.000 (R)
Selisih harga kuantitas/campuran
SHK = (Hss – Hst) x ( Kss – Kst)
= (Rp 250 – Rp 200) x (35.000 kg – 38.000 kg)
= Rp 50 x 3 kg
= Rp 150 (L)
b. Analisis selisih biaya tenaga kerja
i. Model satu selisih
Selisih upah langsung
SUL = (Tss x JKss) – (Tst x JKst)
= (Rp 15.000 x 1500 JKL) – (Rp 10.000 x 1.900* JKL)
= Rp 22.500.000 – Rp 19.000.000
= Rp 3.500.000 (R)
1.900 JKL (0,2 JKL x 9.500 liter)
ii. Model dua selisih
Selisih tarif upah langsung
STUL = (Tss – Tst) x JKss
= (Rp 15.000 – Rp 10.000) x 1.500 JKL
= Rp 7.500.000 (R)
Selisih efisiensi upah langsung
SEUL = (JKss – JKst) x Tst
= (1.500 JKL – 1.900 JKL) x Rp 10.000
= Rp 4.000.000 (L)
c. Analisis BOP
i. Model satu selisih
BOP sesungguhnya Rp 4.000.000
BOP standar Rp 9.500.000
Selisih BOP Rp 5.500.000 (L)
ii. Model dua selisih
Selisih terkendali
ST = BOPss – {(KN x TTst) + (KPst x TVst)}
= Rp 4.000.000 – {(2.000 JKL x Rp 1.000) + (3.800 JKL x Rp 1.500)}
= Rp 4.000.000 – Rp 7.700.000
= Rp 3.700.000 (L)
Selisih volume
SV = (KN – KPst ) x TTst
= (2.000 JKL – 3.800 JKL) x Rp 1.000
= Rp 1.800.000 (L)
iii. Model tiga selisih
Selisih anggaran
SA = BOPss – {(KNxTTst)+(KPssxTVst)}
= Rp 4.000.000 – {(2.000 JKL x Rp 1.000)+(1.500 JKL x Rp 1.500)}
= Rp 4.000.000 – Rp 4.250.000
= Rp 250.000 (L)
Selisih kapasitas
SK = (KN – KPss) x TTst
= (2.000 JKL – 1.500 JKL x Rp 1.000
= Rp 500.000 (R)
Selisih efisiensi
SE = (KPss –KPst) x Tst
= (1.500 JKL – 3.800 JKL) x Rp 2.500
= Rp 5.750.000 (L)

0 komentar:
Posting Komentar