Kamis, 16 Mei 2013
Perusahaan tidak memiliki persediaan Barang Dalam Proses, karena perusahaan biasanya bersifat terus menerus dalam proses produksinya. Pada akhir periode akan ada persediaan Produk Dalam Proses (Persediaan PDP).
Persediaan PDP yang ada pada akhir periode akan menjadi PDP awal pada periode berikutnya.
Metode Yang Digunakan Dalam Menghitung HPP
Metode yang digunakan ada 2 yaitu :
1. Metode Rata-Rata Tertimbang (Weighted Average Cost ).
2. Metode FIFO (First In First Out).
Metode Rata-rata Tertimbang
( weighted average cost )
Harga pokok persediaan produk dalam proses awal ditambahkan kepada biaya produksi sekarang, dan jumlahnya kemudian dibagi dengan unit ekuivalensi produk untuk mendapatkan harga pokok rata- rata tertimbang, harga ini kemudian digunakan untuk menentukan harga pokok produk jadi yang ditransfer ke departemen berikutnya atau ke gudang dengan cara mengalikannya dengan jumlah kuantitasnya.
Metode FIFO( First In First Out )
Persediaan PDP awal akan diproses terlebih dahulu sampai menjadi produk jadi yang memproses produk baru masuk didepartemen.
Unit PDP awal dilaporkan secara terpisah dari unit produk yang baru masuk kedalam proses. Biaya yang berhubungan dengan PDP awal debedakan dengan biaya produk jadi yang berasal dari unit masuk proses, maka perhitungan unit produk equivalen harus dipisahkan.
PENGENDALIAN KUALITAS
Produk yang tidak memenuhi standar kualitas (defective) harus dikeluarkan dari produk jadi,sedangkan unit produk yang jelek kualitasnya (spoilage), akan dijual dengan harga murah.Barang yang tidak lolos kualitas produk tetapi dapat dipebaiki dan masih dapat untuk dijual sebagai barang jadi dan lolos dalam seleksi disebut dengan Rework.
Out put dalam proses produksi yang tidak memiliki nilai biasanya dianggap sebagai scarp. Contoh scarp diperusahaan jeans adalah potongan sisa kain merupakan limbah yang harus dibuang atau bisa dijual dengan harga murah.
• Produk hilang normal adalah produk yang hilang karena sifat bahan atau karena pengaruh proses produksi.
• Produk hilang abnormal adalah hilang bukan karena proses produksi, contohnya : produk hilang karena kecelakaan kerja.
• Harga Pokok Produk Hilang Normal dibebankan kepada produk jadi dan tidak ada jurnal penyesuaian terhadap produk hilang normal.
• Harga Pokok Produk Abnormal dicatat sebagai kerugian pada periode terjadinya dan dalam produk hilang abnormal terjadi jurnal pencatatan
Perhitungan Unit Produk Equivalensi
(UPE)
Rata-rata : UPE = PJ + (PDPa x %) + (HN x %) + (Han x %)
FIFO: UPE = PJ + (PDPr x %) + (HN x %) + (Han x %) - PDPa x %
Keterangan :
PJ = Produk Jadi PDPa = PDP awal
PDPr = PDP akhir HN = Hilang Normal
% = Prosentasi tingkat penyelesaian Han = Hilang Abnormal
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar