skip to main | skip to sidebar

Tugas Akuntansi

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • About Us
  • Archives
  • Contact Us

Kamis, 16 Mei 2013

BAB 7 ACTIVITY BASED COSTING

Diposting oleh Unknown di 20.06
A.     Pengetian ABC

Activity Based Costing merupakan metode yang menerapkan konsep-konsep akuntansi aktivitas untuk menghasilkan perhitungan harga pokok produk yang lebih akurat. Namun dari perspektif manajerial, sistem ABC menawarkan lebih dari sekedar informasi biaya produk yang akurat akan tetapi juga menyediakan informasi tentang biaya dan kinerja dari aktivitas dan sumber daya serta dapat menelusuri biaya-biaya secara akurat ke objek biaya selain produk, misalnya pelanggan dan saluran distribusi.

Sistem ABC timbul sebagai akibat dari kebutuhan manajemen akan informasi akuntansi yang mampu mencerminkan konsumsi sumber daya dalam berbagai aktivitas untuk menghasilkan produk secara akurat. Hal ini didorong oleh:
1.      Persaingan global yang tajam yang memaksa perusahaan untuk cost effective
2.      Advanced manufacturing technology yang menyebabkan proporsi biaya overhead.
pabrik dalam product cost menjadi lebih tinggi dari primary cost
3.      Adanya strategi perusahaan yang menerapkan market driven strategy

B.      Kelemahan ABC
Kelemahan sistem akuntansi biaya tradisional:
a.       Akuntansi biaya tradisional dirancang hanya menyajikan informasi biaya
pada tahap produksi.
b.      Alokasi biaya overhead pabrik hanya didasarkan pada jam tenaga kerja
langsung atau hanya dengan volume produksi.
c.              Ada diversitas produk, dimana masing-masing produk mengkonsumsi biaya
overhead yang berbeda beda.

C.           Keunggulan ABC
Beberapa keunggulan dari sistem biaya Activity Based Costing dalam
penentuan biaya produksi adalah sebagai berikut :
a.      Biaya produk yang lebih realistik, khususnya pada industri manufaktur
teknologi tinggi dimana biaya overhead adalah merupakan proporsi yang
signifikan dari total biaya.

b.      Semakin banyak overhead dapat ditelusuri ke produk. Dalam pabrik yang
modem, terdapat sejumlah akrivitas non lantai pabrik yang berkembang.
Analisis sistem biaya Activity Based Costing itu sendiri memberi perhatian
pada semua aktivitas sehingga biaya aktivitas yang non lantai pabrik dapat
ditelusuri.

 c.     Sistem biaya Activity Based Costing mengakui bahwa aktivitaslah yang
menyebabkan biaya (activities cause cost) bukanlah produk, dan
produklah yang mengkonsumsi aktivitas.

d.      Sistem biaya Activity Based Costing memfokuskan perhatian pada sifat riil
dari perilaku biaya dan membantu dalam mengurangi biaya dan
mengidentifikasi aktivitas yang tidak menambah nilai terhadap produk.

e.      Sistem biaya Activity Based Costing mengakui kompleksitas dari
diversitas produksi yang modern dengan menggunakan banyak pemacu
biaya (multiple cost drivers), banyak dari pemacu biaya tersebut adalah
berbasis transaksi (transaction-based) dari pada berbasis volume produk.

f.       Sistem biaya Activity Based Costing memberikan suatu indikasi yang
dapat diandalkan dari biaya produk variabel jangka panjang (long run
variabel product cost) yang relevan terhadap pengambilan keputusan yang
strategik.

g.      Sistem biaya Activity Based Costing cukup fleksibel untuk menelusu ri
biaya ke proses, pelanggan, area tanggung jawab manajerial, dan juga
biaya produk.

     Penerapan ABC sistem akan relevan bila biaya overhead pabrik merupakan biaya yang paling dominan dan multiproduk. Dalam merancang ABC sistem, aktivitas untuk membuat dan menjual produk digolonhkan dalam 4 kelompok, yaitu:
a.       Facility sustaining activity cost --- biaya yang berkaitan dengan aktivitas mempertahankan kapasitas yang dimiliki perusahaan. Misal biaya depresiasi, biaya asuransi, biaya gaji pegawai kunci
b.      Product sustaining activity cost ----- biaya yang berkaitan dengan aktivitas penelitian dan pengembangan produk dan biaya untuk mempertahankan produk untuk tetap dapat dipasarkan. Misal biaya pengujian produk, biaya desain produk
c.       Bacth activity cost ----- biaya yang berkaitan dengan jumlah bacth produk yang diproduksi. Misal biaya setup mesin.
d.      Unit level activity cost ---- biaya yang berkaitan dengan besar kecilnya jumlah unit produk yang dihasilkan. Misal biaya bahan baku, biaya tenaga kerja

D. Pembebanan dua tahap dalam ABC
Pembebanan Biaya Overhead pada Activity-Based Costing
Pada Activity-Based Costing meskipun pembebanan biaya-biaya overhad pabrik dan produk juga menggunakan dua tahap seperti pada akuntansi biaya tradisional, tetapi pusat biaya yang dipakai untuk pengumpulan biaya-biaya pada tahap pertama dan dasar pembebanan dari pusat biaya kepada produk pada tahap kedua sangat berbeda dengan akuntansi biaya tradisional (cooper, 1991:269-270).
Activity-Based costing menggunakan lebih banyak cost driver bila dibandingkan dengan sistem pembebanan biaya pada akuntansi biaya tradisional.
Sebelum sampai pada prosedure pembebanan dua tahap dalam Activity-Based Costing perlu dipahami hal-hal sebagai berikut:
1. Cost Driver adalah suatu kejadian yang menimbulkan biaya. Cost Driver merupakan faktor yang dapat menerangkan konsumsi biaya-biaya overhead. Faktor ini menunjukkan suatu penyebab utama tingkat aktivitas yang akan menyebabkan biaya dalam aktivitas-aktivitas selanjutnya.
2. Rasio Konsumsi adalah proporsi masing-masing aktivitas yang dikonsumsi oleh setiap produk, dihitung dengan cara membagi jumlah aktivitas yang dikonsumsi oleh suatu produk dengan jumlah keseluruhan aktivitas tersebut dari semua jenis produk.
3. Homogeneous Cost Pool merupakan kumpulan biaya dari overhead yang variasi biayanya dapat dikaitkan dengan satu pemicu biaya saja. Atau untuk dapat disebut suatu kelompok biaya yang homogen, aktivitas-aktivitas overhead secara logis harus berhubungan dan mempunyai rasio konsumsi yang sama untuk semua produk.

Prosedure Pembebanan Biaya Overhead dengan Sistem ABC
Menurut Mulyadi (1993: 94), prosedure pembebanan biaya overhead dengan sisitem ABC melalui dua tahap kegiatan:
a. Tahap Pertama
Pengumpulan biaya dalam cost pool yang memiliki aktifitas yang sejenis atau homogen, terdiri dari 4 langkah :
1. Mengidentifikasi dan menggolongkan biaya kedalam berbagai aktifitas
2. Mengklasifikasikan aktifitas biaya kedalam berbagai aktifitas, pada langkah ini biaya digolongkan kedalam aktivitas yang terdiri dari 4 kategori yaitu: Unit level activity costing, Batch related activity costing, product sustaining activity costing, facility sustaining activity costing.

Level tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Aktivitas Berlevel Unit (Unit Level Activities)
Aktivitas ini dilakukan untuk setiap unit produksi. Biaya aktivitas berlevel unit bersifat proporsional dengan jumlah unit produksi. Sebagai contoh, menyediakan tenaga untuk menjalankan peralatan, karena tenaga tersebut cenderung dikonsumsi secara proporsional dengan jumlah unit yang diproduksi.


b. Aktivitas Berlevel Batch (Batch Level Activities)
Aktivitas dilakukan setiap batch diproses, tanpa memperhatikan berapa unit yang ada pada batch tersebut. Misalnya, pekerjaan seperti membuat order produksi dan pengaturan pengiriman konsumen adalah aktivitas berlevel batch.

c. Aktivitas Berlevel Produk (Produk Level Activities)
Aktivitas berlevel produk berkaitan dengan produk spesifik dan biasanya dikerjakan tanpa memperhatikan berapa batch atau unit yang diproduksi atau dijual. Sebagai contoh merancang produk atau mengiklankan produk.

d. Aktivitas Berlevel Fasilitas (Fasility level activities)
Aktivitas berlevel fasilitas adalah aktivitas yang menopang proses operasi perusahaan namun banyak sedikitnya aktivitas ini tidak berhubungan dengan volume. Aktivitas ini dimanfaatkan secara bersama oleh berbagai jenis produk yang berbeda. Kategori ini termasuk aktivitas seperti kebersihan kantor, penyediaan jaringan komputer dan sebagainya.

3. Mengidentifikasikan Cost Driver
Dimaksudkan untuk memudahkan dalam penentuan tarif/unit cost driver.

4. Menentukan tarif/unit Cost Driver
Adalah biaya per unit Cost Driver yang dihitung untuk suatu aktivitas. Tarif/unit cost driver dapat dihitung dengan rumus sbb:
Tarif per unit Cost Driver = CostDriverfitasJumlahAkti

b. Tahap Kedua
Penelusuran dan pembebanan biaya aktivitas kemasing-masing produk yang menggunakan cost driver. Pembebanan biaya overhead dari setiap aktivitas dihitung dengan rumus sbb:
BOP yang dibebankan = Tarif/unit Cost Driver X Cost Dri                                                                      
ver yang dipilih

Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners
Tweet
Share

Get This

Blog Archive

  • ▼  2013 (9)
    • ▼  Mei (9)
      • BAB 1 AKUNTANSI BIAYA DAN AKTIFITAS PERUSAHAAN
      • BAB 9 ...
      • BAB 8 PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN
      • BAB 7 ...
      • BAB 6 ...
      • BAB 5 ...
      • BAB 4 METOD...
      • BAB 3 METODE HARGA POKOK PESANAN
      • BAB 2 KONSEP ,KLASIFIKASI & ARUS BIAYA PADA...

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.
  • Beranda

Popular Posts

  • BAB 1 AKUNTANSI BIAYA DAN AKTIFITAS PERUSAHAAN
    A. Kebutuhan Informasi Manajer Jenis perusahaan dapat digolongkan ke dalam : perusahaan dagang, manufaktur,dan perusahaan jasa.perusaha...
  • BAB 9 HARGA POKOK STANDAR
    pengertian harga pokok standar yaitu harga pokok yang seharusnya dicapai untuk menghasilkan stau unit produk. harga pokok standar ter...
  • BAB 7 ACTIVITY BASED COSTING
    A.      Pengetian ABC Activity Based Costing merupakan metode yang menerapkan konsep-konsep akuntansi aktivitas untuk menghasilkan pe...
  • BAB 6 BIAYA OVERHEAD PABRIK
                                                                              Biaya Overhead Pabrik (BOP) BOP adalah semua biaya produksi s...
  • BAB 4 METODE HARGA POKOK PROSES
          Pengertian HPP merupakan cara menentukan besarnya biaya produksi yang terjadi disetiap periode yang akan dialokasikan  ke produk b...
  • BAB 5 METODE HARGA POKOK PROSES II
    Perusahaan tidak memiliki persediaan Barang Dalam Proses, karena perusahaan biasanya bersifat terus menerus dalam proses produksinya. Pad...
  • BAB 3 METODE HARGA POKOK PESANAN
    Ada 2 jenis utama dalam membebankan biaya ke produk yaitu : a. Metode Penentuan Harga Pokok Pesanan (job order costing) adalah unit prod...
  • BAB 2 KONSEP ,KLASIFIKASI & ARUS BIAYA PADA PERUSAHAAN PABLIKASI
                                                                  A.Konsep Biaya      Biaya adalah harga perolehan yang dikorbankan atau di...
  • BAB 8 PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN
    •       Produk Gabungan (Joint Product) Produk utama yang di produksi suatu perusahaan  secara bersamaan yang menghasilkan berbagai...

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

Blogger news

Archives

  • ▼ 2013 (9)
    • ▼ Mei (9)
      • BAB 1 AKUNTANSI BIAYA DAN AKTIFITAS PERUSAHAAN
      • BAB 9 ...
      • BAB 8 PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN
      • BAB 7 ...
      • BAB 6 ...
      • BAB 5 ...
      • BAB 4 METOD...
      • BAB 3 METODE HARGA POKOK PESANAN
      • BAB 2 KONSEP ,KLASIFIKASI & ARUS BIAYA PADA...

Blogroll

About

Blogger templates

Recent Comments

seowaps
 

© 2010 My Web Blog
designed by DT Website Templates | Bloggerized by Agus Ramadhani | Zoomtemplate.com