skip to main | skip to sidebar

Tugas Akuntansi

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • About Us
  • Archives
  • Contact Us

Senin, 20 Mei 2013

BAB 1 AKUNTANSI BIAYA DAN AKTIFITAS PERUSAHAAN

Diposting oleh Unknown di 00.30
A. Kebutuhan Informasi Manajer
Jenis perusahaan dapat digolongkan ke dalam : perusahaan dagang, manufaktur,dan perusahaan jasa.perusahaan perdagangan adalah yang menjalankan aktivitas jual beli barang dagangan.Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang berproduksi barang dan menjualnya.Perusahaan jasa merupakan perusahaan yang membrikan pelayana jasa pada pelanggan.
Dalam mengolah perusahaan manajer harus membuat keputusan yaitu mempertimbangkan secara hati-hati dari berbagai alternatif tindakan dan memilih tindakan yang terbaik untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan. Manajer membutuhkan informasi yang bermanfaat,yang berisi aktipitas perusahaan ataupun informasi di luar perusahaan.Informasi yang dibutuhkan ini disebut Akuntansi Biaya.Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisa terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa.Biaya didefinisikan sebagai waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dan menurut konvensi diukur dengan satuan mata uang. Penggunaan kata beban adalah pada saat biaya sudah habis terpakai.
B. Peranan Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya melengkapi manajemen dengan perangkat akuntansi untuk kegiatan perencanaan dan pengendalian, perbaikan mutu dan efisiensi, serta membuat baik keputusan rutin maupun keputusan strategi. Dalam hal ini, pengumpulan, penyajian, dan analisis informasi dalam kaitannya dengan biaya dan manfaat sangat membantu manajemen dalam melaksanakan tugas-tugas berikut :   
  1. Menyusun dan melaksanakan rencana serta anggaran operasi dalam kondisi yang ekonomis dan bersaing.
  2. Menetapkan metode kalkulasi biaya yang menjamin adanya pengendalian, pengurangan biaya, dan perbaikan mutu.
  3. Mengendalikan jumlah persediaan secara fisis, dan menentukan biaya dari masing-masing barang dan jasa yang diproduksi untuk tujuan penentuan harga dan mengevaluasi prestasi suatu produk, departemen atau divisi.
  4. Menghitung biaya dan laba perusahaan untuk suatu periode akuntansi
C. Aktifitas Akuntansi Biaya
1.      mengumpulkan biaya
2.      pencatatan biaya
3.      Analisis biaya
4.      Pelaporan biaya

D.Manfaat Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat bagi manajemen untuk memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Manfaat biaya adalah menyediakan salah satu informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam mengelola perusahaannya, yaitu untuk perencanaan dan pengendalian laba; penentuan harga pokok produk dan jasa; serta bagi pengambilan keputusan oleh manajemen.
     E.Arus Biaya
     Akuntansi biaya tidak menambah ataupun mengubah siklus akuntansi dan prinsip-prinsip akuntansi yang sudah dikenal dalam akuntansi keuangan. Semua biaya manufaktur,tanpa mempedulikan, apakah tetap atau variable, mengalir melalui akun barang dalam proses dan pembuatan barang jadi. Berdasarkan hasil analisis didapat bahwa variabel metode arus biaya persediaan dan gross profit margin tidak pengaruh signifikan terhadap market value perusahaan. Sedangkan variable perputaran persediaan dan nilai persediaan berpengaruh signifikan antara perusahaan terhadap market value perusahaan.hasil Penelitian Variabel secara simultan ini menunjukan bahwa variabel metode arus biaya persediaan, Perputaran persediaan, Gross Profit Margin, Nilai persediaan berpengaruh signifikan terhadap nilai pasar Perusahaan.
produk dan jasa; serta bagi pengambilan keputusan oleh manajemen.
     E.Arus Biaya
     Akuntansi biaya tidak menambah ataupun mengubah siklus akuntansi dan prinsip-prinsip akuntansi yang sudah dikenal dalam akuntansi keuangan. Semua biaya manufaktur,tanpa mempedulikan, apakah tetap atau variable, mengalir melalui akun barang dalam proses dan pembuatan barang jadi. Berdasarkan hasil analisis didapat bahwa variabel metode arus biaya persediaan dan gross profit margin tidak pengaruh signifikan terhadap market value perusahaan. Sedangkan variable perputaran persediaan dan nilai persediaan berpengaruh signifikan antara perusahaan terhadap market value perusahaan.hasil Penelitian Variabel secara simultan ini menunjukan bahwa variabel metode arus biaya persediaan, Perputaran persediaan, Gross Profit Margin, Nilai persediaan berpengaruh signifikan terhadap nilai pasar Perusahaan.
1.            Arus biaya perusahaan perdagan
Arus biaya pada perusahaan ini sangat sederhana karena kegiatannya adalah pembelian dan penjualan barang dagangan. Maka proses akuntansinya juga sederhana. 
2.                  Arus biaya pada perusahaan manufaktur
   Perusahaan manufaktur selain aktivitasnya jual beli  juga melakukan proses produksi barang.Aktifitas rutin yang terjadi pada perusahaan manufaktur adalah:
·        -Pembelian bahan baku
·        -Pembayaran gaji tenaga
·        -Pembayaran biaya-biaya lain
·        -Proses produksi 
·        -Penyimpanan produk jadi
·        -Penjualan produk jadi

0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Jumat, 17 Mei 2013

BAB 9 HARGA POKOK STANDAR

Diposting oleh Unknown di 00.43
pengertian harga pokok standar yaitu harga pokok yang seharusnya dicapai untuk menghasilkan stau unit produk.
harga pokok standar terdiri dari dua komponen :
      standar fisik (kuantitas standar input per unit produk)
standar harga (harga atau tarif standar per unit input)
harga pokok standar terdiri dari :
biaya standar bahan baku langsung
biaya standar tenaga kerja langsung
biaya standar overhead pabrik
Pertanyaan 1
Jika untuk menghasilkan 1 unit produk, standar kuantitas bahan baku yang dibutuhkan 5 kg, dan standar jam kerja adalah 2 jam kerja langsung, tentukan :
1.      Kuantitas standar bahan baku dan jam kerja standar untuk 5.000 unit produk.
2.      Misalkan perusahaan menghasilakan produk sebanyak 20.000 unit, dan memiliki persediaan bdp awal sebanyak 5.000 unit dengan tingkat penyelesaian 40% dan persediaan bdp akhir sebanyak 2.000 unit dengan tingkat penyelesaian 50%, tentukan kuantitas standar bahan baku dan jam kerja standarnya :
Dengan metode harga pokok rata-rata
Dengan metode mpkp
Jawab :
1.         Biaya standar bahan baku      = 5.000 unit x 5 kg= 25.000 kg
            Biaya standar jam kerja          = 5.000 unit x 2 jam= 10.000 jkl
2.         Unit setara metode rata-rata   = 20.000 unit + (2.000 unit x 50 %)
= 20.000 unit + 1.000 unit
= 21.000 unit
3          Biaya standar bahan baku       = 21.000 unit x 5 kg
           = 105.000 kg
           Biaya standar jam kerja           = 21.000 unit x 2 jam
           = 42.000 jkl
Unit setara metode mpkp        = (5.000 unit x 60%) + (20.000 unit - 5.000 unit) + (2.000 unit x 50%)      
= 3.000 unit + 15.000 unit + 1.000 unit
= 19.000 unit
            Biaya standar bahan baku       = 19.000 unit x 5 kg
            = 95.000 kg
            Biaya standar jam kerja          = 19.000 unit x 2 jam
            = 38.000 jkl
Pertanyaan 2:
1.      Harga pokok standar per liter Coca Cola pada PT. Coca-cola adalah sebagai berikut :
-          BBB 4 kg @ Rp 200                          =  Rp 800
-          BTK 0,2 JKL @  Rp 10.000               =  Rp 2.000
-          BOP Variabel  0,2 JKL @ Rp1.500    =  Rp 300      
-          BOP Tetap 0,2 JKL @ Rp 1.000        =  Rp 200
Total                =  Rp 3.300
2.      Kapasitas normal 10.000 liter Coca cola 2.000 JKL.
3.      Produk selesai 9.500 liter dan perusahaan memiliki persediaan barang dalam proses awal 2.000 liter dengan tingkat penyelesaian BBB 100% dan BTK 60% dan persediaan barang dalam proses akhir 1.000 liter dengan tingkat penyelesaian BBB 100% dan BTK 50%. Produk yang telah dijual sebanyak 6.000 liter dengan harga Rp 5.000 per liter.
4.      Pembelian bahan baku secara kredit sebanyak 45.000 kg dengan total harganya Rp 11.250.000. Pemakaian bahan baku sebanyak 35.000 kg.
5.      Biaya tenaga kerja sesungguhnya sebesar Rp 22.500.000 untuk 1.500 JKL.
6.      Biaya overhead sesungguhnya Rp 4.000.000 (40% nya variabel).
Diminta :
a. Hitung selisih dan buat analisis selisih untuk biaya bahan baku
i.  Model satu selisih
ii. Model dua selisih
iii.Model tiga selisih
b.Selisih untuk biaya tenaga kerja
i. Model satu selisih
ii.Model dua selisih
c. Selisih untuk BOP
i.  Model satu selisih
ii. Model dua selisih
iii.Model tiga selisih
Jawab :
a.       Bahan baku
i.                    Model satu selisih
SBB    = (Hss x Kss) – (Hst x Kst)
            = (Rp 250 x 45.000 kg) – (Rp 200 x (4 kg x 9.500 liter))
            = Rp 11.500.000 (R)
ii.                  Model dua selisih
Selisih harga bahan baku yang dibeli
SHBd  = (Hss – Hst) x Ksp
            = (Rp 250 – Rp 200) x 45.00 kg
            = Rp 2.250.000 (R)
Selisih harga bahan baku yang dipakai
SHBp  = (Hss – Hst) x Kss
            = (Rp 250 – Rp 200) x 35.000 kg
            = Rp 1.750.000 (R)
iii.                Model tiga selisih
Selisih harga bahan baku yang dipakai
SH       = (Hss – Hst) x Kst
            = (Rp 250 – Rp 200) x 38.000 kg
            = Rp 1.900.000 (R)
Selisih kuantitas bahan baku
SK       = (Kss – Kst) x Hst
            = (35.000 kg – 38.000 kg) x Rp 200
            = Rp 6.000.000 (R)
Selisih harga kuantitas/campuran
SHK    = (Hss – Hst) x ( Kss – Kst)
            = (Rp 250 – Rp 200) x (35.000 kg – 38.000 kg)
            = Rp 50 x 3 kg
            = Rp 150 (L)
b.      Analisis selisih biaya tenaga kerja
i.                    Model satu selisih
Selisih upah langsung
SUL    = (Tss x JKss) – (Tst x JKst)
            = (Rp 15.000 x 1500 JKL) – (Rp 10.000 x 1.900* JKL)
            = Rp 22.500.000 – Rp 19.000.000
            = Rp 3.500.000 (R)
1.900  JKL (0,2 JKL x 9.500 liter)
ii.                  Model dua selisih
Selisih tarif upah langsung
STUL  = (Tss – Tst) x JKss
            = (Rp 15.000 – Rp 10.000) x 1.500 JKL
            = Rp 7.500.000 (R)
Selisih efisiensi upah langsung
SEUL  = (JKss – JKst) x Tst
            = (1.500 JKL – 1.900 JKL) x Rp 10.000
            = Rp 4.000.000 (L)
c.       Analisis BOP
i.                    Model satu selisih
BOP sesungguhnya                 Rp 4.000.000
BOP standar                           Rp 9.500.000
Selisih BOP                             Rp 5.500.000 (L)
ii.                  Model dua selisih
Selisih terkendali
ST        = BOPss – {(KN x TTst) + (KPst x TVst)}
= Rp 4.000.000 – {(2.000 JKL x Rp 1.000) + (3.800 JKL x Rp 1.500)}
            = Rp 4.000.000 – Rp 7.700.000
            = Rp 3.700.000 (L)
Selisih volume
SV       = (KN – KPst ) x TTst
            = (2.000 JKL – 3.800 JKL) x Rp 1.000
            =  Rp 1.800.000 (L)
iii.                Model tiga selisih
Selisih anggaran
SA       = BOPss – {(KNxTTst)+(KPssxTVst)}
= Rp 4.000.000 – {(2.000 JKL x Rp 1.000)+(1.500 JKL x Rp 1.500)}
            = Rp 4.000.000 – Rp 4.250.000
            = Rp 250.000 (L)
Selisih kapasitas
SK       = (KN – KPss) x TTst
            = (2.000 JKL – 1.500 JKL x Rp 1.000
            = Rp 500.000 (R)
Selisih efisiensi
SE       = (KPss –KPst) x Tst
            = (1.500 JKL – 3.800 JKL) x Rp 2.500
            = Rp 5.750.000 (L)

0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Kamis, 16 Mei 2013

BAB 8 PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN

Diposting oleh Unknown di 20.07

•       Produk Gabungan (Joint Product)
Produk utama yang di produksi suatu perusahaan  secara bersamaan yang menghasilkan
berbagai macam produk (tidak hanya satu produk)

•       Produk Sampingan (by-product)
Produk yang di hasilkan lebih sedikit di banding produk utama   (main product)
Biaya Produk Bersama (Joint Product Cost)

•       Joint cost
biaya yang mencangkup proses produksi barang gabungan sebelum di pisahkan hasil
produk nya (split off point)

•       Common cost
Biaya yang keluar untuk mengolah produk yang ber beda dengan bahan dan tenanga
kerja yang berbeda juga,yang nantinya akan di bebankan ke produk nya
     
Akuntansi Produk Bersama (Joint Produk)

•     Metode Alokasi Biaya bersama
Biaya Produk harus di alokasikan ke masing-masing jenis produk (secara individual) agar dapat menentukan (nilai) persediaan PDP akhir.
Metode nya antara lain:
1.       Nilai Jual Relatif
2.       Satuan Fisik
3.       Rata-rata Biaya/satuan
4.       Rata-rata tertimbang


Metode nilai jual/Nilai Pasar (market value)

Biaya bersama dialokasikan ke masing-masing jenis produk bersama berdasarkan proporsi nilai jualnya.Metode ini di pakai dengan asumsi bahwa produk yang memiliki nilai jual tinggi,tentu memerlukan biaya (harga pokok) yang tinggi pula
Ada dua metode yang sering di pakai yaitu :

Metode nilai pasar saat split off point
Pengertian singkatnya mengenai Metode nilai Pasar saat split off point
Biaya bersama dialokasikan ke masing-masing produk sesuai dengan perbandingan nilai jualnya.

Metode Nilai Jual Hipotesis(Net rezlizable value(NRV))

Gambaran sederhana nya:

Apabila setelah titik pemisahan,terhadap sebagian jenis produk masih harus di proses lebih lanjut dan tidak ada harga jaul di pasar pada kondisi titik pisah.
                  
Harga hipotesis pada titik pisah adalah harga jual produk di kurangi dengan biaya untuk memproses lanjut setelah pemisahan.

Metode satuan fisik

Biaya bersama di alokasikan ke setiap jenis produk menurut rasio output per jenis produk

Metode Rata-rata biaya persatuan

Biaya rata-rata per satuan di tentukan dengan jumlah biaya bersama di bagi dengan total produk bersama yang di hasilkan.setiap jenis produk bersama,mendapat alokasi biaya bersama sebesar biaya rata-rata per unit dikalikan dengan banyaknya unit pada jenis tersebut.

Metode Rata-rata tertimbang

•       Metode ini mirip dengan metode nilai jual,di mana pada metode ini nilai jual tiap produk di beri bobot dengan harga jualnya.


AKUNTANSI PRODUK SAMPINGAN

Klasifikasinya
1.produk sampingan siap di jual setelah titik pemisahan
2. produk sampingan perlu di proses setelah titik pemisahan dan baru bisa di jual setelah pemrosesan.

Metode penghitungan harga pokok produk sampingan

1.         Metode Pengakuan pendapatan kotor
a.hasil penjualan produk sampingan di berlakukan sebagai pendapatan lain-lain

b.Hasil penjualan produk sampingan di berlakukan sebagai hasil penjualan tambahan.

c. Hasil penjualan produk sampingan di berlakukan sebagai pengurangan dari harga pokok.

d.hasil penjualan produk sampingan di berlakukan sebagai pengurangan total biaya produksi produk  utama

2.         Metode pengakuan pendapatan bersih

Penjualan produk sampingan setelah di kurangi dengan biaya pemasaran dan administrasi serta biaya pemrosesan lanjutan,di berlakukan seperti metode 1.

3.         metode biaya pengganti (replacement cost)

jumlah produk sampingan yang di pergunakan sebagai bahan di nilai dengan harga pengganti yang berlaku di pasar.

4.         Metode nilai pasar (metode biaya reversal)


nilai suatu produk sampingan di tetukan dengan taksiran biaya produk  sampingansaat titik pisah.
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

BAB 7 ACTIVITY BASED COSTING

Diposting oleh Unknown di 20.06
A.     Pengetian ABC

Activity Based Costing merupakan metode yang menerapkan konsep-konsep akuntansi aktivitas untuk menghasilkan perhitungan harga pokok produk yang lebih akurat. Namun dari perspektif manajerial, sistem ABC menawarkan lebih dari sekedar informasi biaya produk yang akurat akan tetapi juga menyediakan informasi tentang biaya dan kinerja dari aktivitas dan sumber daya serta dapat menelusuri biaya-biaya secara akurat ke objek biaya selain produk, misalnya pelanggan dan saluran distribusi.

Sistem ABC timbul sebagai akibat dari kebutuhan manajemen akan informasi akuntansi yang mampu mencerminkan konsumsi sumber daya dalam berbagai aktivitas untuk menghasilkan produk secara akurat. Hal ini didorong oleh:
1.      Persaingan global yang tajam yang memaksa perusahaan untuk cost effective
2.      Advanced manufacturing technology yang menyebabkan proporsi biaya overhead.
pabrik dalam product cost menjadi lebih tinggi dari primary cost
3.      Adanya strategi perusahaan yang menerapkan market driven strategy

B.      Kelemahan ABC
Kelemahan sistem akuntansi biaya tradisional:
a.       Akuntansi biaya tradisional dirancang hanya menyajikan informasi biaya
pada tahap produksi.
b.      Alokasi biaya overhead pabrik hanya didasarkan pada jam tenaga kerja
langsung atau hanya dengan volume produksi.
c.              Ada diversitas produk, dimana masing-masing produk mengkonsumsi biaya
overhead yang berbeda beda.

C.           Keunggulan ABC
Beberapa keunggulan dari sistem biaya Activity Based Costing dalam
penentuan biaya produksi adalah sebagai berikut :
a.      Biaya produk yang lebih realistik, khususnya pada industri manufaktur
teknologi tinggi dimana biaya overhead adalah merupakan proporsi yang
signifikan dari total biaya.

b.      Semakin banyak overhead dapat ditelusuri ke produk. Dalam pabrik yang
modem, terdapat sejumlah akrivitas non lantai pabrik yang berkembang.
Analisis sistem biaya Activity Based Costing itu sendiri memberi perhatian
pada semua aktivitas sehingga biaya aktivitas yang non lantai pabrik dapat
ditelusuri.

 c.     Sistem biaya Activity Based Costing mengakui bahwa aktivitaslah yang
menyebabkan biaya (activities cause cost) bukanlah produk, dan
produklah yang mengkonsumsi aktivitas.

d.      Sistem biaya Activity Based Costing memfokuskan perhatian pada sifat riil
dari perilaku biaya dan membantu dalam mengurangi biaya dan
mengidentifikasi aktivitas yang tidak menambah nilai terhadap produk.

e.      Sistem biaya Activity Based Costing mengakui kompleksitas dari
diversitas produksi yang modern dengan menggunakan banyak pemacu
biaya (multiple cost drivers), banyak dari pemacu biaya tersebut adalah
berbasis transaksi (transaction-based) dari pada berbasis volume produk.

f.       Sistem biaya Activity Based Costing memberikan suatu indikasi yang
dapat diandalkan dari biaya produk variabel jangka panjang (long run
variabel product cost) yang relevan terhadap pengambilan keputusan yang
strategik.

g.      Sistem biaya Activity Based Costing cukup fleksibel untuk menelusu ri
biaya ke proses, pelanggan, area tanggung jawab manajerial, dan juga
biaya produk.

     Penerapan ABC sistem akan relevan bila biaya overhead pabrik merupakan biaya yang paling dominan dan multiproduk. Dalam merancang ABC sistem, aktivitas untuk membuat dan menjual produk digolonhkan dalam 4 kelompok, yaitu:
a.       Facility sustaining activity cost --- biaya yang berkaitan dengan aktivitas mempertahankan kapasitas yang dimiliki perusahaan. Misal biaya depresiasi, biaya asuransi, biaya gaji pegawai kunci
b.      Product sustaining activity cost ----- biaya yang berkaitan dengan aktivitas penelitian dan pengembangan produk dan biaya untuk mempertahankan produk untuk tetap dapat dipasarkan. Misal biaya pengujian produk, biaya desain produk
c.       Bacth activity cost ----- biaya yang berkaitan dengan jumlah bacth produk yang diproduksi. Misal biaya setup mesin.
d.      Unit level activity cost ---- biaya yang berkaitan dengan besar kecilnya jumlah unit produk yang dihasilkan. Misal biaya bahan baku, biaya tenaga kerja

D. Pembebanan dua tahap dalam ABC
Pembebanan Biaya Overhead pada Activity-Based Costing
Pada Activity-Based Costing meskipun pembebanan biaya-biaya overhad pabrik dan produk juga menggunakan dua tahap seperti pada akuntansi biaya tradisional, tetapi pusat biaya yang dipakai untuk pengumpulan biaya-biaya pada tahap pertama dan dasar pembebanan dari pusat biaya kepada produk pada tahap kedua sangat berbeda dengan akuntansi biaya tradisional (cooper, 1991:269-270).
Activity-Based costing menggunakan lebih banyak cost driver bila dibandingkan dengan sistem pembebanan biaya pada akuntansi biaya tradisional.
Sebelum sampai pada prosedure pembebanan dua tahap dalam Activity-Based Costing perlu dipahami hal-hal sebagai berikut:
1. Cost Driver adalah suatu kejadian yang menimbulkan biaya. Cost Driver merupakan faktor yang dapat menerangkan konsumsi biaya-biaya overhead. Faktor ini menunjukkan suatu penyebab utama tingkat aktivitas yang akan menyebabkan biaya dalam aktivitas-aktivitas selanjutnya.
2. Rasio Konsumsi adalah proporsi masing-masing aktivitas yang dikonsumsi oleh setiap produk, dihitung dengan cara membagi jumlah aktivitas yang dikonsumsi oleh suatu produk dengan jumlah keseluruhan aktivitas tersebut dari semua jenis produk.
3. Homogeneous Cost Pool merupakan kumpulan biaya dari overhead yang variasi biayanya dapat dikaitkan dengan satu pemicu biaya saja. Atau untuk dapat disebut suatu kelompok biaya yang homogen, aktivitas-aktivitas overhead secara logis harus berhubungan dan mempunyai rasio konsumsi yang sama untuk semua produk.

Prosedure Pembebanan Biaya Overhead dengan Sistem ABC
Menurut Mulyadi (1993: 94), prosedure pembebanan biaya overhead dengan sisitem ABC melalui dua tahap kegiatan:
a. Tahap Pertama
Pengumpulan biaya dalam cost pool yang memiliki aktifitas yang sejenis atau homogen, terdiri dari 4 langkah :
1. Mengidentifikasi dan menggolongkan biaya kedalam berbagai aktifitas
2. Mengklasifikasikan aktifitas biaya kedalam berbagai aktifitas, pada langkah ini biaya digolongkan kedalam aktivitas yang terdiri dari 4 kategori yaitu: Unit level activity costing, Batch related activity costing, product sustaining activity costing, facility sustaining activity costing.

Level tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Aktivitas Berlevel Unit (Unit Level Activities)
Aktivitas ini dilakukan untuk setiap unit produksi. Biaya aktivitas berlevel unit bersifat proporsional dengan jumlah unit produksi. Sebagai contoh, menyediakan tenaga untuk menjalankan peralatan, karena tenaga tersebut cenderung dikonsumsi secara proporsional dengan jumlah unit yang diproduksi.


b. Aktivitas Berlevel Batch (Batch Level Activities)
Aktivitas dilakukan setiap batch diproses, tanpa memperhatikan berapa unit yang ada pada batch tersebut. Misalnya, pekerjaan seperti membuat order produksi dan pengaturan pengiriman konsumen adalah aktivitas berlevel batch.

c. Aktivitas Berlevel Produk (Produk Level Activities)
Aktivitas berlevel produk berkaitan dengan produk spesifik dan biasanya dikerjakan tanpa memperhatikan berapa batch atau unit yang diproduksi atau dijual. Sebagai contoh merancang produk atau mengiklankan produk.

d. Aktivitas Berlevel Fasilitas (Fasility level activities)
Aktivitas berlevel fasilitas adalah aktivitas yang menopang proses operasi perusahaan namun banyak sedikitnya aktivitas ini tidak berhubungan dengan volume. Aktivitas ini dimanfaatkan secara bersama oleh berbagai jenis produk yang berbeda. Kategori ini termasuk aktivitas seperti kebersihan kantor, penyediaan jaringan komputer dan sebagainya.

3. Mengidentifikasikan Cost Driver
Dimaksudkan untuk memudahkan dalam penentuan tarif/unit cost driver.

4. Menentukan tarif/unit Cost Driver
Adalah biaya per unit Cost Driver yang dihitung untuk suatu aktivitas. Tarif/unit cost driver dapat dihitung dengan rumus sbb:
Tarif per unit Cost Driver = CostDriverfitasJumlahAkti

b. Tahap Kedua
Penelusuran dan pembebanan biaya aktivitas kemasing-masing produk yang menggunakan cost driver. Pembebanan biaya overhead dari setiap aktivitas dihitung dengan rumus sbb:
BOP yang dibebankan = Tarif/unit Cost Driver X Cost Dri                                                                      
ver yang dipilih

0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

BAB 6 BIAYA OVERHEAD PABRIK

Diposting oleh Unknown di 20.04

                                                                         


Biaya Overhead Pabrik (BOP)
BOP adalah semua biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.  Contoh: biaya listrik & air, biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya sewa gedung pabrik, biaya depresiasi gedung pabrik, biaya reparasi dan pemeliharaan, biaya asuransi pabrik dan lain-lain. Karakteristik BOP yaitu jumlahnya tidak proporsional dengan volume produksi, sulit ditelusur dan diidentifikasi langsung ke produk atau pesanan, dan jumlahnya tidak material.  Alokasi BOP ke produk menggunakan BOP sesungguhnya dan BOP dibebankan. BOP sesungguhnya adalah BOP yang benar-benar terjadi, sedangkan BOP dibebankan adalah BOP dengan menggunakan tarif yang ditentukan dimuka. BOP sesungguhnya sulit diterapkan disebabkan adanya kendala-kendala  seperti jumlahnya baru dapat diketahui pada akhir tahun, adanya fluktuasi BOP karena jenis biaya tertentu yang hanya terjadi pada suatu periode, sulit menelusuri BOP ke pesanan atau produk tertentu.

Faktor-Faktor dalam Penentuan Tarif BOP
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan tarif BOP terdiri atas tingkat kapasitas produksi dan dasar pembebanan.
a.   Tingkat Kapasitas Produksi
Kemampuan pabrik untuk berproduksi ada 4 tingkatan yaitu kapasitas teoritis, praktis, normal dan harapan. Kapasitas teoritis adalah kapasitas produksi maksimum (100%) tanpa mempertimbangkan kemacetan yang mungkin terjadi. Kapasitas praktis adalah kapasitas produksi dengan mempertimbangkan kemungkinan kemacetan. Kapasitas normal adalah kapasitas produksi praktis yang disesuaikan dengan permintaan barang jangka panjang, dan kapasitas harapan adalah kapasitas produksi praktis jangka pendek.
Setelah menentukan tingkat kapasitas produksi, berikutnya mengestimasi pengeluaran BOP baik yang bersifat variabel maupun yang tetap.


b. Dasar Pembebanan BOP
Dasar pembebanan meliputi:
1).    Unit produksi
Tarif BOP dihitung dengan membagi estimasi atau anggaran BOP dengan estimasi jumlah unit yang diproduksi
2).    Biaya bahan baku
Tarif BOP dihitung dengan membagi estimasi BOP dengan estimasi jumlah biaya bahan baku
3).    Biaya tenaga kerja langsung
Tarif BOP dihitung dengan membagi estimasi BOP dengan estimasi jumlah biaya tenaga kerja langsung
4).    Jam kerja langsung
Tarif BOP dihitung dengan membagi estimasi BOP dengan estimasi jumlah jam kerja langsung
5).    Jam mesin
Tarif BOP dihitung dengan membagi estimasi BOP dengan estimasi jumlah jam mesin


Perhitungan Tarif BOP
a.  Menentukan level aktivitas produksi
b.  Menghitung anggaran BOP pada level aktivitas produksi yang telah ditentukan
c.  Menghitung tarif dengan membagi anggaran BOP dengan dasar pembebanannya
d.  Contoh:
    Tingkat aktivitas produksi PT Z 10.000 jam mesin. Jumlah anggaran BOP sebesar Rp150.000 terdiri atas BOP tetap sebesar Rp62.500 dan BOP  variabel sebesar Rp87.500. Tarif BOP sebesar Rp15 per jam mesin (Rp150.000/10.000 jam mesin)


Akuntansi Selisih BOP
Pada akhir periode BOP dibebankan dibandingkan dengan BOP sesungguhnya, dan menganalisis selisihnya.
Contoh: jam mesin sesungguhnya sebesar 15.000 jam dan tarif BOP Rp15 per jam mesin. Pencatatan pembebanan BOP dengan membuat jurnal:

Barang Dalam Proses             Rp225.000
BOP dibebankan                                       Rp225.000

Pada akhir tahun BOP dibebankan ditutup ke BOP sesungguhnya, jurnal yang dibuat:

BOP dibebankan                      Rp225.000
      BOP sesungguhnya                                    Rp225.000

Misalkan BOP sesungguhnya Rp235.000, maka timbul selisih kurang pembebanan BOP. Selisih BOP yang tidak material dicatat dalam rekening Laba-Rugi atau Harga Pokok Penjualan dengan jurnal sebagai berikut:

Laba-Rugi                                Rp10.000
       BOP sesungguhnya                                   Rp10.000
            atau
Harga Pokok Penjualan           Rp10.000
       BOP sesungguhnya                                   Rp10.000

Selain itu, selisih pembebanan BOP dapat dialokasikan ke Barang Dalam Proses, Sediaan Produk Jadi, dan Harga Pokok Penjualan berdasarkan perbandingan saldo setiap rekening tersebut.
Contoh: selisih pembebanan dialokasikan ke Barang Dalam Proses 10%, Sediaan Produk Jadi 20%, Harga Pokok Penjualan 70% sesuai dengan perbandingan saldo setiap rekening tersebut. Jurnal untuk mencatat alokasi selisih pembebanan BOP tersebut:

Barang Dalam Proses              Rp1.000
Sediaan Produk Jadi                    2.000
Harga Pokok Penjualan               7.000
       BOP sesungguhnya                                   Rp10.000
3 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

BAB 5 METODE HARGA POKOK PROSES II

Diposting oleh Unknown di 20.04

Perusahaan tidak memiliki persediaan Barang Dalam Proses, karena perusahaan biasanya bersifat terus menerus dalam proses produksinya. Pada akhir periode akan ada persediaan Produk Dalam Proses (Persediaan PDP).
Persediaan PDP yang ada pada akhir periode akan menjadi  PDP awal  pada periode berikutnya.

Metode Yang Digunakan Dalam Menghitung HPP
Metode yang digunakan ada  2 yaitu :
 1. Metode Rata-Rata Tertimbang  (Weighted Average Cost ).
 2. Metode FIFO (First In First Out).


Metode Rata-rata  Tertimbang
( weighted average cost )
Harga pokok persediaan produk dalam proses awal ditambahkan kepada biaya produksi sekarang, dan jumlahnya kemudian dibagi dengan unit ekuivalensi produk untuk mendapatkan harga pokok rata- rata tertimbang, harga ini kemudian digunakan untuk menentukan harga pokok produk jadi yang ditransfer ke departemen berikutnya atau ke gudang dengan cara mengalikannya dengan jumlah kuantitasnya.


Metode FIFO( First In First Out )
Persediaan PDP awal akan diproses terlebih dahulu sampai menjadi produk jadi yang memproses produk baru masuk didepartemen.
Unit PDP awal dilaporkan secara terpisah dari unit produk yang baru masuk kedalam proses. Biaya yang berhubungan dengan PDP awal debedakan dengan biaya produk jadi yang berasal dari unit masuk proses, maka perhitungan unit produk equivalen harus dipisahkan.


PENGENDALIAN  KUALITAS
Produk yang tidak memenuhi standar  kualitas (defective) harus dikeluarkan dari produk jadi,sedangkan unit produk yang jelek kualitasnya (spoilage), akan dijual dengan harga murah.Barang yang tidak lolos kualitas produk tetapi dapat dipebaiki dan masih dapat  untuk dijual sebagai barang jadi dan lolos dalam seleksi disebut dengan Rework.
Out put dalam proses produksi yang tidak memiliki nilai biasanya dianggap sebagai scarp. Contoh scarp diperusahaan jeans adalah potongan sisa kain merupakan limbah yang harus dibuang atau bisa dijual dengan harga murah.


•         Produk hilang normal adalah produk yang hilang karena sifat bahan atau karena pengaruh proses produksi.
•         Produk hilang abnormal adalah hilang bukan karena proses produksi, contohnya : produk hilang karena kecelakaan kerja.
•         Harga Pokok Produk Hilang Normal dibebankan kepada produk jadi dan tidak ada jurnal penyesuaian terhadap produk hilang normal.
•         Harga Pokok Produk Abnormal dicatat sebagai kerugian pada periode terjadinya dan dalam produk hilang abnormal terjadi jurnal pencatatan


Perhitungan Unit Produk Equivalensi
(UPE)
Rata-rata :                 UPE = PJ + (PDPa x %) + (HN x %) + (Han x %)

FIFO:                          UPE = PJ + (PDPr x %) + (HN x %) + (Han x %) - PDPa x %  

Keterangan :
               
          PJ       = Produk Jadi                                     PDPa  = PDP awal
          PDPr  = PDP akhir                                        HN     = Hilang Normal
          %       = Prosentasi tingkat penyelesaian         Han     = Hilang Abnormal
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

BAB 4 METODE HARGA POKOK PROSES

Diposting oleh Unknown di 20.02
     

Pengertian HPP merupakan cara menentukan besarnya biaya produksi yang terjadi disetiap periode yang akan dialokasikan  ke produk baik produk jadi maupun produk  yang belum jadi dalam departemen atau cost center yang bersangkutan.
Karakteristik metode HPP :
1.    Biaya diakumulasikan  menurut  departemen atau  pusat  biaya(cost center).
2.    Setiap departemen  memiliki  rekening  Persediaan  Barang  Dalam  Proses(persediaan BDP).
Dalam metode Harga Pokok Proses,jika  unit barang telah  selesai dikerjakan  di salah satu  departemen  (misal departemen I),maka  unit  barang  tersebut  ditransfer  ke  departemen  lain (misal  departemen II) untuk proses pengerjaan  lebih  lanjut. Transfer akan dilakukan sampai barang tersebut  menjadi penambahan  bahan. Semua barang diproduksi  diproses melalui  urutan departemen  yang  sama.

Manfaat perhitungan Harga Pokok dengan Metode Harga Pokok Proses :
1.    Menentukan harga jual.
2.    Memantau realisasi biaya produksi.
3.    Menghitung L/R Bruto periode tertentu.
4.    Menentukan harga pokok persediaan barang jadi & harga pokok persediaan barang dalam proses yang disajikan di neraca.
Akuntansi Untuk Biaya Bahan, BTK, & BOP.
Harga Pokok Proses, melakukan  pengumpulan biaya produksi menurut  departemen untuk tiap periode. Berbeda dengan metode biaya Harga pokok pesanan, biaya prosuksi (BB,BTK dan BOP) dikumpulkan menurut unit pesanan (di dalam Kartu Harga Pokok Pesanan).
Laporan Harga Pokok Produksi.
Laporan Harga Pokok Produksi merupakan laporan aktivitas suatu departemen produksi selama satu periode.Isi Laporan Harga Pokok Produksi:
1.Laporan Produksi Secara pisik
2.Laporan tentang biaya yang dibebankan dan harus dipertanggung jawabkan oleh departemen tersebut.
3.Pertanggung jawaban biaya yang dibebankakn pada departemen tersebut.
Langkah-langkah dalam menyusun Laporan HPP :
·       Skedule kuantitas untuk mempertanggung jawabkan arus fisik.
·       Skedule biaya yang harus dipertanggung jawabkan.
·       Menghitung unit produk equivalensi (UPE).
·       Menghitung biaya perunit produk equivalensi.
·       Melaporkan pertanggungjawaban biaya.
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners
Tweet
Share

Get This

Blog Archive

  • ▼  2013 (9)
    • ▼  Mei (9)
      • BAB 1 AKUNTANSI BIAYA DAN AKTIFITAS PERUSAHAAN
      • BAB 9 ...
      • BAB 8 PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN
      • BAB 7 ...
      • BAB 6 ...
      • BAB 5 ...
      • BAB 4 METOD...
      • BAB 3 METODE HARGA POKOK PESANAN
      • BAB 2 KONSEP ,KLASIFIKASI & ARUS BIAYA PADA...

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.
  • Beranda

Popular Posts

  • BAB 1 AKUNTANSI BIAYA DAN AKTIFITAS PERUSAHAAN
    A. Kebutuhan Informasi Manajer Jenis perusahaan dapat digolongkan ke dalam : perusahaan dagang, manufaktur,dan perusahaan jasa.perusaha...
  • BAB 9 HARGA POKOK STANDAR
    pengertian harga pokok standar yaitu harga pokok yang seharusnya dicapai untuk menghasilkan stau unit produk. harga pokok standar ter...
  • BAB 7 ACTIVITY BASED COSTING
    A.      Pengetian ABC Activity Based Costing merupakan metode yang menerapkan konsep-konsep akuntansi aktivitas untuk menghasilkan pe...
  • BAB 6 BIAYA OVERHEAD PABRIK
                                                                              Biaya Overhead Pabrik (BOP) BOP adalah semua biaya produksi s...
  • BAB 4 METODE HARGA POKOK PROSES
          Pengertian HPP merupakan cara menentukan besarnya biaya produksi yang terjadi disetiap periode yang akan dialokasikan  ke produk b...
  • BAB 5 METODE HARGA POKOK PROSES II
    Perusahaan tidak memiliki persediaan Barang Dalam Proses, karena perusahaan biasanya bersifat terus menerus dalam proses produksinya. Pad...
  • BAB 3 METODE HARGA POKOK PESANAN
    Ada 2 jenis utama dalam membebankan biaya ke produk yaitu : a. Metode Penentuan Harga Pokok Pesanan (job order costing) adalah unit prod...
  • BAB 2 KONSEP ,KLASIFIKASI & ARUS BIAYA PADA PERUSAHAAN PABLIKASI
                                                                  A.Konsep Biaya      Biaya adalah harga perolehan yang dikorbankan atau di...
  • BAB 8 PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN
    •       Produk Gabungan (Joint Product) Produk utama yang di produksi suatu perusahaan  secara bersamaan yang menghasilkan berbagai...

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

Blogger news

Archives

  • ▼ 2013 (9)
    • ▼ Mei (9)
      • BAB 1 AKUNTANSI BIAYA DAN AKTIFITAS PERUSAHAAN
      • BAB 9 ...
      • BAB 8 PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN
      • BAB 7 ...
      • BAB 6 ...
      • BAB 5 ...
      • BAB 4 METOD...
      • BAB 3 METODE HARGA POKOK PESANAN
      • BAB 2 KONSEP ,KLASIFIKASI & ARUS BIAYA PADA...

Blogroll

About

Blogger templates

Recent Comments

seowaps
 

© 2010 My Web Blog
designed by DT Website Templates | Bloggerized by Agus Ramadhani | Zoomtemplate.com